Rabu, 03 Oktober 2012

Peninggalan-peninggalan Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia



1.    Candi
Candi umumnya terbuat dari batu maupun batu bata, sehingga bisa bertahan sampai sekarang. Candi erat hubungannya dengan keagamaan sehingga bersifat suci. Fungsi bangunan candi bagi umat Hindu adalah untuk memuliakan orang yang telah wafat khususnya raja-raja dan orang-orang terkemuka. Bagi umat Hindu di Indonesia, fungsi candi adalah untuk pemujaan terhadap roh nenek moyang atau dihubungkan dengan raja yang sudah meninggal. Candi yang bercorak Buddha fungsinya untuk memuja Dyani Bodhisattwa yang dianggap sebagai perwujudan dewa.
Bangunan candi merupakan salah satu sumber sejarah. Bangunan candi merupakan bukti peninggalan kerajaan tertentu. Misalnya sumber sejarah yang menjadi bukti peninggalan kerajaan Mataram Kuno seperti candi-candi pegunungan Dieng dan Candi Gedung Songo, yang terletak di Jawa Tengah bagian utara. Di Jawa Tengah bagian selatan juga ditemukan candi antara lain Candi Borobudur, Candi Mendut, Candi Plaosan, Candi Prambanan, dan Candi Sambi Sari.
Daftar Candi di Indonesia:
1.    Candi-candi di Jawa Tengah
·         Candi Borobudur, Borobudur, Magelang, (Mataram-Budha)
·         Candi Mendut, Mendut, Magelang, (Mataram-Budha)
·         Candi Pawon, Borobudur, Magelang, (Mataram-Budha)
·         Candi Ngawen, Muntilan, Magelang (Mataram-Budha)
·         Candi Asu, Magelang, (Mataram-Hindu)
·         Candi Lumbung, Magelang, (Mataram -Budha)
·         Candi Canggal atau Candi Gunung Wukir, Salam, Magelang, (Mataram Hindu)
·         Candi Selagriya, Magelang, (Mataram-Hindu)
·         Candi Losari, Salam, Magelang, (Mataram-Hindu)
·         Candi Gunungsari, Muntilan, Magelang, (Mataram-Hindu)
·         Candi Bubrah, Prambanan (Mataram- Budha)
·         Candi Prambanan, Prambanan, Klaten (Mataram-Hindu)
·         Candi Plaosan (Lor), Prambanan, Klaten (Mataram)
·         Candi Plaosan Kidul, Prambanan, Klaten (Mataram)
·         Candi Sewu, Prambanan, Klaten (Mataram - Budha)
·         Candi Lumbung, Prambanan, Klaten, (Mataram - Budha)
·         Candi Sojiwan, Prambanan, Klaten  (Mataram - Budha)
·         Candi Karangnongko, Karangnongko, Klaten, ( Mataram-Hindu )
·         Candi Merak, Karangnongko, Klaten, ( Mataram-Hindu )
·         Candi Sukuh, Karanganyar (Majapahit - Hindu)
·         Candi Cetho, Karanganyar (Majapahit - Hindu)
·         Candi Kethek, Karanganyar (Majapahit - Hindu)
·         Kompleks Candi Gedong Songo, Semarang, ( Mataram-Hindu : Dinasti Sanjaya)
·         Kompleks Candi Dieng, Banjarnegara ( Mataram-Hindu : Dinasti Sanjaya)
·          Candi Bogang, Wonosobo
·         Candi Pringapus, Parakan, Temanggung, ( Mataram-Hindu : Dinasti Sanjaya)
·         Candi Gondosuli, Bulu, Temanggung ( Mataram-Hindu : Dinasti Sanjaya)
·         Candi Dukuh, Salatiga ( Majapahit - Hindu )

2.      Candi di Wilayah DIY
·         Situs Arca Gupolo, Prambanan, Sleman, Yogyakarta ( Hindu)
·         Situs Goa Sentono,  Berbah, Sleman, Yogyakarta ( Mataram-Hindu : Dinasti Sanjaya)
·         Situs Mantup, Bantul Yogyakarta ( Kerajaan Mataram Kuno)
·         Candi Kalasan desa Kalasan, Sleman, Yogyakarta( Mataram- Budha)
·         Candi Banyunibo, Prambanan, Sleman, Yogyakarta ( Mataram Kuno- Budha)
·         Candi Ratu Boko  Prambanan, Sleman, Yogyakarta ( Mataram Kuno- Budha)
·         Candi Sambi Sari  Prambanan, Sleman, Yogyakarta ( Mataram Kuno- Hindu)
·         Candi Sari, Prambanan, Sleman, Yogyakarta ( Mataram Kuno- Budha)
·         Candi Ijo, Prambanan, Sleman, Yogyakarta ( Mataram Kuno- Hindu)
·         Candi Barong, Prambanan, Sleman, Yogyakarta ( Mataram Kuno- Hindu)
·         Candi Kedulan, Prambanan, Sleman, Yogyakarta ( Mataram Kuno- Hindu)
·         Candi Gebang, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta ( Mataram Kuno- Hindu)
·         Candi Morangan, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta ( Mataram Kuno- Hindu)
·         Candi Gampingan, Piyungan,Bantul, Yogyakarta ( Mataram Kuno- Budha)
·         Candi Watu Gudhig, Sleman, Yogyakarta
·         Situs Payak Bantul, Piyungan, Bantul, Yogyakarta ( Mataram Kuno- Hindu)
·         Candi Keblak   Prambanan, Sleman, Yogyakarta
·         Candi Abang,  Berbah, Sleman, Yogyakarta ( Mataram Kuno- Hindu)
·         Candi Miri, Prambanan, Sleman, Yogyakarta ( Mataram Kuno- Hindu)
·         Candi Dawangsari, Prambanan, Sleman, Yogyakarta ( Mataram Kuno- Hindu Budha)
·         Candi Kimpulan, Kaliurang, Sleman, Yogyakarta ( Mataram Kuno- Hindu)

3.      Candi-candi di Jawa Timur
·         Candi Badut Karang Besuki, Dau, Malang, ( Kanjuruhan-Hindu)
·         Candi Jago, Tumpang, Malang (Singasari -Syiwa Buddha )
·         Candi Kidal Tumpang, Malang, ( Singasari-Hindu)
·         Candi Singosari Singosari, Malang ( Singasari-Hindu)
·         Candi Sanggariti Batu, Malang ( Kerajaan Medang-Hindu)
·         Stupa/ Candi Sumberawan Singosari, Malang ( Kerajaan Singosari-Budha)
·         Candi Rambut Monte Krisik, Ngantang, Malang ( Majapahit-Hindu)
·         Candi Bajangratu, terletak di Trowulan, Mojokerto ( Majapahit-Hindu)
·         Candi Brahu, terletak di Dukuh Jambu Mente, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto ( dibangun tahun 939 M, Peniggalan kerajaan Kahuripan-Budha)
·         Candi Panataran , Panataran, Kec. Ngleggok,Blitar, (Majapahit-Hindu)
·         Candi Selakelir
·         Candi Tegowangi (Plemahan, Kediri)
·         Arca Totok Kerot (Pagu, Kediri)
·         Situs Calon Arang Kediri
·         Situs Tondowongso (Gayam,Kediri),
·         Candi Dorok (Puncu, Kediri)
·         Candi Lor (Loceret, Nganjuk)
·         Candi Ngetos (Ngetos, Nganjuk)
·         Candi Rimbi (Bareng, Jombang)
·         Candi Jawi  Prigen, Pasuruan, ( Singasari, Kertanegara- Syiwa-Buddha)
·         Candi Kebo Ireng (Kejapanan, Pasuruan)
·         Candi Gunung Gangsir (Beji, Pasuruan), (lokasi)
2.    Prasasti
Prasasti disebut juga batu bertulis, karena prasasti terbuat dari batu. Prasasti biasanya dibangun untuk mengenang suatu peristiwa penting yang telah terjadi. Dari prasasti inilah kita dapat mengetahui peristiwa-peristiwa yang pernah terjadi pada masa lalu.
Prasasti Yupa

Prasasti tertua yang ditemukan di Indonesia berasal dari abad ke-5, yaitu peninggalan Raja Mulawarman dari Kerajaan Kutai dan peninggalan Raja Purnawarman dari Kerajaan Tarumanegara. Isi prasasti sebagian besar mengagungkan keperkasaan raja.
Prasasti Ciaruteun ditemukan di tepi sungai Ciaruteun, di dekat muara sungai Cisadane Bogor. Prasasti tersebut menggunakan huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta yang terdiri atas 4 baris syair. Di samping itu terdapat lukisan semacam laba-laba serta sepasang telapak kaki Raja Purnawarman. Raja Purnawarman merupakan salah seorang raja dari Kerajaan Mataram Kuno.
Berikut adalah daftar Prasasti yang ditemukan di berbagai wilayah di Indonesia:
1.         Prasasti Berbahasa Sansekerta        
·         Prasasti Mulawarman, Kutai, ~ 400 M (Kerajaan Kutai)
·         Prasasti Kebon Kopi, Ciampea, Bogor, ~ 400 M (Kerajaan Tarumanegara)
·         Prasasti Tugu, Kampung Batutumbu, Desa Tugu, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, abad ke-5 (Kerajaan Tarumanegara)
·         Prasasti Cidanghiyang atau Prasasti Munjul, Desa Lebak, Kecamatan Munjul, Kabupaten Pandeglang, Banten, abad ke-5 (Kerajaan Tarumanegara)
·         Prasasti Ciaruteun, Ciampea, Bogor (Kerajaan Tarumanegara)
·         Prasasti Muara Cianten atau Prasasti Pasir Muara, Ciampea, Bogor, 536 (Kerajaan Tarumanegara)
·         Prasasti Jambu, Nanggung, Bogor, abad ke-5 (Kerajaan Tarumanegara)
·         Prasasti Pasir Awi atau Prasasti Ciampea, Citeureup, Bogor, (Kerajaan Tarumanegara)
·         Prasasti Tukmas, Dakawu, Grabag, Magelang, Jawa Tengah, ~ 500 (Kerajaan Kalingga / Ho-ling)
·         Prasasti Canggal, Candi Gunung Wukir, Desa Kadiluwih, Salam, Magelang, Jawa Tengah, 732 (Kerajaan Mataram Kuno)
·         Prasasti Tri Tepusan, Kedu, Temanggung, Jawa Tengah, 842 (Kerajaan Mataram Kuno)
·         Prasasti Mula Malurung, Kediri, 1255 (Kerajaan Kediri)

Prasasti-prasasti berikut berbahasa Melayu, baik bahasa Melayu Kuna maupun Melayu Klasik (Pertengahan).
·            Prasasti Sojomerto, Desa Sojomerto, Kecamatan Reban, Batang, Jawa Tengah, awal abad ke-7 paling tua. (Kerajaan Mataram Kuno)
·            Prasasti Kedukan Bukit, Palembang, Sumatra Selatan, 16 Juni 682 (Kerajaan Sriwijaya)
·            Prasasti Talang Tuwo, Palembang, Sumatra Selatan, 23 Maret 684 (Kerajaan Sriwijaya)
·            Prasasti Kota Kapur, Kota Kapur, Bangka, 686 (Kerajaan Srwijaya)
·            Prasasti Bukateja, Bukateja, Purbalingga, Jawa Tengah, abad ke-6 atau ke-7 (Kerajaan Kalingga)
·            Prasasti Karang Brahi, Karangberahi, Jambi, abad ke-7 (Kerajaan Sriwijaya)
·            Prasasti Telaga Batu, Palembang, Sumatra Selatan, abad ke-7(Kerajaan Sriwijaya)
·            Prasasti Palas Pasemah, Palas,Lampung, abad ke-7 (Kerajaan Sriwijaya)
·            Prasasti Kayumwungan, Karangtengah, Temanggung, Jawa Tengah, 824 (dwibahasa, Melayu Kuna dan Jawa Kuna) (Kerajaan Mataram Kuno)
·            Prasasti Gandasuli I dan II, Candi Gondosuli, Desa Gondosuli, Kecamatan Bulu, Temanggung, Jawa Tengah, 832. (Kerajaan Mataram Kuno)
·            Keping Tembaga Laguna, Manila, Filipina, 900 (Kerajaan Medang)
·            Prasasti Hujung Langit, Hujung Langit, Lampung, 997 (Kerajaan Kahuripan)
·            Prasasti Dewa Drabya, Dieng, Jawa Tengah (Kerajaan Mataram Kuno)
·            Prasasti Mañjuçrighra, Candi Sewu, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, 2 November 792M (Kerajaan Sriwijaya)
·            Prasasti Terengganu, Trengganu (Malaysia), (abad ke-14, yaitu 1303, 1326 atau 1386) (Kerajaan Sriwijaya)
·            Prasasti Minyetujoh, Minye Tujuh, Aceh, 1380 (Kerajaan Sriwijaya)

Prasasti-prasasti berikut berbahasa Jawa, baik Jawa Kuna (Kawi) maupun Baru.
·      Prasasti Plumpungan, Dukuh Plumpungan, Desa Kauman Kidul, Kecamatan Sidorejo, Salatiga, Jawa Tengah, 24 Juli 750 (Kerajaan Sriwijaya)
·      Prasasti Sukabumi, Sukabumi, Pare, Kediri, Jawa Timur, 25 Maret 804 (Kerajaan Padjadjaran )
·      Prasasti Kayumwungan, Karangtengah, Temanggung, Jawa Tengah (dwibahasa), 824 (Kerajaan Mataram Kuno )
·      Prasasti Siwagrha (Prasasti kakawin tertua Jawa), 856 (Kerajaan Mataram Kuno)
·      Prasasti Taji, 901(Kerajaan Mataram Kuno)
·      Prasasti Mantyasih, Desa Meteseh, Magelang Utara, Jawa Tengah, 11 April 907 (Kerajaan Mataram Kuno)
·      Prasasti Rukam, 907 (Kerajaan Mataram Kuno)
·      Prasasti Wanua Tengah III, 908 (Kerajaan Mataram Kuno)
·      Prasasti Wurudu Kidul, tanpa tahun, ~ 922
·      Prasasti Mula Malurung, Kediri, 1255 (Kerajaan Kerajaan Kediri)
·      Prasasti Sarwadharma, pemerintahan Kertanegara, 1269 (Kerajaan Kutai)
·      Prasasti Sapi Kerep, Desa Sapi Kerep, Sukapura, Probolinggo, 1275 (Kerajaan Singasari)
·      Prasasti Singhasari 1351, Singosari, Malang, Jawa Timur, 1351 (Kerajaan Singasari)
·      Prasasti Ngadoman, Ngadoman (Salatiga), Jawa Tengah, 1450

4.    Prasasti Berbahasa Bahasa Bali
·      Prasasti Blanjong, Sanur, Bali, 913 (dwibahasa, Bali Kuna dan Sanskerta) (Kerajaan Bali )
·      Prasasti Bebetin, Sawan, Buleleng, Bali, 1049 (salinan dari asli yang berasal dari tahun 896) (Kerajaan Bali)
·      Prasasti Pandak Badung, Tabanan, Bali, 1071 (Kerajaan Bali)

·Prasasti Astana Gede, Kawali, Ciamis, Jawa Barat ~ 1350 (Kerajaan Padjadjaran)
·Prasasti Batutulis, Bogor ~ 1533 (Kerajaan Padjadjaran)
·Prasasti Kebantenan, Bekasi, Jawa Barat ~ 1521 (Kerajaan Padjadjaran)
·Prasasti Galuh, Galuh, Ciamis, Jawa Barat ~ 1470 (Kerajaan Padjadjaran)
·Prasasti Rumatak, Geger Hanjuang, desa Rawagirang, Singaparna, Tasikmalaya, Jawa Barat ~ 1111 (Kerajaan Padjadjaran)
·Prasasti Cikajang, Cikajang, Garut, Jawa Barat (Kerajaan Padjadjaran)
·Prasasti Hulu Dayeuh, Huludayeuh, desa Cikalahang, Cirebon, Jawa Barat (Kerajaan Padjadjaran)
·Prasasti Ulubelu, Lampung (Kerajaan Padjadjaran)
·Prasasti Cikapundung, prasasti yang diduga dari abad ke-14, Bandung, Jawa Barat (Kerajaan Padjadjaran)

·    Padrão Sunda Kelapa, Pasar Ikan, Jakarta Utara, 21 Agustus 1522 (Kerajaan Padjadjaran)

 3. Arca
Arca atau patung biasanya terdapat dalam sebuah candi. Arca menjadi simbol telah bersatunya raja dengan dewa penitisnya. Patung dewa-dewa agama Hindu di antaranya Dewa Siwa, Dewa Wisnu, dan Dewa Brahma. Ketiga dewa tersebut biasanya disebut Trimurti. Di dalam agama Budha dikenal adanya Arca Buddha. Arca Buddha biasanya sangat sederhana, tanpa hiasan, hanya memakai jubah.
Arca Prajnaparamita (Kediri)


Arca peninggalan kerajaan Hindu

No.
Nama Patung
Lokasi Penemuan
Pembuatan
Peninggalan
1
Trimurti
-
-
-
2
Dwarapala
Bogor, Jabar
Abad ke-5 M
Tarumanegara
3
Wisnu Cibuaya I
Cibuaya, Jabar
Abad ke-5 M
Tarumanegara
4
Wisnu Cibuaya II
Cibuaya, Jabar
Abad ke-5 M
Tarumanegara
5
Rajasari
Jakarta
Abad ke-5 M
Tarumanegara
6
Airlangga
Medang Kemulan
Abad ke-10 M
Medang Kemulan
7
Ken Dedes
Kediri, Jatim
Abad ke-12 M
Kediri
8
Kertanegara
Jawa Timur
Abad ke-12 M
Singasari
9
Kertarajasa
Mojekerto, Jatim
Abad ke-13 M
Majapahit

Patung atau arca peniggalan agama Buddha

No.
Nama Patung
Lokasi Penemuan
Pembuatan
Peninggalan
1
Patung Buddha
Sikendeng
Abad ke-2 M
-
2
Arca Bhumisparsa Mudra
Jawa Tengah
Abad ke-8 M
Mataram Lama
3
Arca Dhyana Mudra
Jawa Tengah
Abad ke-8 M
Mataram Lama
4
Arca Abhaya Mudra
Jawa Tengah
Abad ke-8 M
Mataram Lama
5
Arca Vitarka Mudra
Jawa Tengah
Abad ke-8 M
Mataram Lama
6
Dharmacakra Mudra
Jawa Tengah
Abad ke-8 M
Mataram Lama
7
Arca Vara Mudra
Jawa Tengah
Abad ke-8 M
Mataram Lama
8
Arca Buddha
Palembang
Abad ke-8 M
Sriwijaya





4.         Karya Sastra
        Peninggalan bersejarah yang lain adalah karya sastra. Keberadaan Kerajaan Kediri diketahui dari hasil karya berupa kitab sastra. Hasil karya sastra tersebut adalah Kitab Kakawin Bharatayudha yang ditulis Mpu Sedah dan Mpu Panuluh yang menceritakan tentang kemenangan Kediri/Panjalu atas Jenggala.
        Keberadaan Kerajaan Singasari dibuktikan melalui kitab sastra peninggalan zaman Majapahit yang berjudul Negarakertagama karangan Mpu Prapanca. Karya sastra tersebut menjelaskan tentang raja-raja yang memerintah di Singasari. Selain itu, ada Kitab Pararaton yang menceritakan riwayat Ken Arok yang penuh keajaiban. Kitab Pararaton isinya sebagian besaradalah mitos atau dongeng, tetapi dari Kitab Pararatonlah asal usul Ken Arok menjadi raja dapat diketahui.
Kitab-kitab peninggalan sejarah Hindu

No.
Nama Kitab
Lokasi Penemuan
Pembuatan
Peninggalan
1
Carita Parahayangan
Bogor, Jabar
Abad ke-5 M
Tarumanegara
2
Kresnayana
Bogor, Jabar
Abad ke-5 M
Tarumanegara
3
Arjunawiwaha
Kahuripan, Jatim
Abad ke-10 M
Medang Kemulan
4
Lubdaka
Kediri, Jatim
Abad ke-11 M
Kediri
5
Baratayuda
Kediri, Jatim
Abad ke-12 M
Kediri

Kitab-kitab peniggalan agama Buddha di Indonesia
No.
Nama Kitab
Lokasi Penemuan
Pembuatan
Peninggalan
1
Negara Kertagama
Jawa Timur
Abad ke-13 M
Majapahit
2
Sutasoma
Jawa Timur
Abad ke-13 M
Majapahit
3
Pararaton
Jawa Timur
Abad ke-13 M
Majapahit
4
Ranggalawe
Jawa Timur
Abad ke-13 M
Majapahit
5
Arjunawiwaha
Jawa Timur
Abad ke-13 M
Majapahit












5.      Tradisi
1.    Tradisi peninggalan agama Hindu di Indonesia
Tradisi adalah kebiasaan nenek moyang yang masih dijalankan oleh masyarakat saat ini. Tradisi agama Hindu banyak ditemukan di daerah Bali karena penduduk Bali sebagian besar beragama Hindu. Tradisi agama Hindu yang berkembang di Bali, antara lain:
1.      Upacara nelubulanin ketika bayi berumur 3 bulan.
2.      Upacara potong gigi (mapandes).
3.      Upacara pembakaran mayat yang disebut Ngaben. Dalam tradisi Ngaben, jenazah dibakar beserta sejumlah benda berharga yang dimiliki orang yang dibakar.
4.      Ziarah, yaitu mengunjungi makam orang suci dan tempat suci leluhur seperti candi.
2.    Tradisi peniggalan agama Buddha di Indonesia
Tradisi agama Buddha yang sekarang ini kita jumpai banyak dipengaruhi oleh budaya Cina. Tradisi agama Buddha yang ada, misalnya berdoa di wihara. Tradisi lain agama Buddha yang masih ada adalah ziarah. Ziarah dilakukan dengan mengunjungi tempat suci leluhur seperti candi. Kegiatan yang dilakukan pada saat ziarah adalah membaca doa dan membawa sesajen.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar